Pada
mulanya antara ilmu pengetahuan dan teknologi itu tidak selalu mempunyai
kaitan. Misalnya, dulu manusia membuat perahu untuk membuat perahu dan belum
mengenal teknologi membuat perahu. Namun dalam kehidupan manusia
dewasa ini tidak dapat terlepas dari ilmu alamiah dan teknologi dalam berbagai
bidang. Misalnya, sejak dalam kandungan manusia mendapat perawatan secara medis
melalu pemeriksaan berkala di Puskesmas atau di BKIA (Balai Kesejahteraan Ibu
dan Anak). Setelah lahir, mendapat vaksinasi untuk memperoleh kekebalan
terhadap berbagai macam penyakit. Ilmu kedokteran dan ilmu
farmasi (obat-obatan) merupakan cabang dari Biologi sebagai ilmu terapan.
Pakaian, pensil, jam tangan, bolpoin atau buku tulis yang kita pakai adalah
hasil teknologi. Ilmu Alamiah murni memang tidak
secara langsung berperan dalam kehidupan manusia. Tetapi antara ilmu murni dan
ilmu terapan (teknologi) mempunyai keterkaitan yang erat. Dari konsep atau
prinsip ilmu murni dapat dikembangankan ilmu terapan (teknologi). Sebaliknya
teknologi atau ilmu terapan memberikan sumbangan penemuan-penemuannya pada
prinsip atau hukum-hukum baru dan seterusnya.
Sekarang
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan teknologi tidak lagi berdiri sendiri. Sains dan
teknologi selalu saling menunjang sehingga dapat maju dengan pesat.
Ilmu
Pengetahuan dan teknologi adalah suatu bagian yang tak lepas dari kehidupan
manusia dari awal peradaban sampai akhir dari segala akhir kehidupan manusia.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terus berkembang seiring perkembangan peradaban
manusia di dunia. Untuk melengkapi kecerdasan iptek para
pelajar, diperlukan pula penyelarasan pengajaran iptek dengan pengajaran imtaq.
Sehingga terbentuklah manusia-manusia cerdas dan bermoral yang dapat
menghasilkan berbagai teknologi yang bermanfaat bagi umat manusia Bagi
masyarakat sekarang, iptek sudah merupakan suatu religion. Pengembangan iptek
dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan
memuja iptek sebagai liberator yang akan membebaskan mereka dari kungkungan
kefanaan dunia. Iptek diyakini akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagian
dan imortalitas.
Sumbangan
iptek terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri.
Namun manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa iptek
mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern
yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif
iptek terhadap kehidupan umat manusia Kalaupun iptek mampu mengungkap semua
tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran.
Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi
haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula
unsur keadilan. Tentu saja iptek tidak mengenal moral kemanusiaan,oleh karena
itu iptek tidak pernah bisa mejadi standar kebenaran ataupun solusi dari
masalah-masalah kemanusiaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar